RUANG LINGKUP DAN CABANG-CABANG FILSAFAT
Assalamualaikum Wr.Wb
Untuk Kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi tentang Ruang Lingkup dan Cabang Cabang dari Filsafat.
Tetap Berada didalam rumah dan biarkan kami memberikan pengetahuan buat kalian .
#STAYATHOME #Bersama Kita Bisa Melawan Corona
Untuk Kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi tentang Ruang Lingkup dan Cabang Cabang dari Filsafat.
Tetap Berada didalam rumah dan biarkan kami memberikan pengetahuan buat kalian .
#STAYATHOME #Bersama Kita Bisa Melawan Corona
A.
Ruang
Lingkup
Filsafat
merupakan induk dari segala ilmu yang mencakup ilmu-ilmu khusus. Dalam perkembangannya, ilmu-ilmu khusus itu memisahkan diri dari induknya yakni
filsafat.
Ruang lingkup fisafat adalah segala sesuatu lapangan
pemikiran manusia yang amat luas (komprehensif). Segala sesuatu yang mungkin
ada dan benarbenar ada (nyata), baik material konkrit maupun material abstrak
(tidak terlihat). Jadi obyek filsafat itu tidak terbatas. (Noor Syam,1988:22).
Adapun menurut pendapat para ahli tentang ruang lingkup filsafat :
1. Tentang
hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.
2. Tentang ada dan tidak
ada.
3. Tentang alam, dunia dan seisinya.
4. Menentukan apa yang baik dan apa
yang buruk.
5. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya.
6. Tuhan tidak dikecualikan.
B. Cabang-cabang Filsafat
Dalam garis besarnya filsafat mempunyai
3 cabang besar, yaitu teori hakikat, teori
pengetahuan dan teori nilai. Pertama; Teori hakikat membahas semua
objek, dan hasilnya ialah pengetahuan filsafat. Kedua; Teori pengetahuan pada
dasarnya membicarakan tentang cara memperoleh pengetahuan. 10 Ketiga; ialah
teori nilai atau aksiologi, membicarakan kegunaan pengetahuan tadi.
ada juga yang membagi cabang filsafat
berdasarkan karakteristik objeknya. Berdasarkan karakteristik objeknya filsafat
dibagi dua, yaitu :
1. Filsafat Umum/Murni
a. Metafisika, objeknya adalah
hakikat tentang segala sesuatu yang ada.
b. Epistemologi. Objeknya adalah
pengetahuan/ kenyataan
c. Logika. Merupakan studi penyusunan argumen-argumen
dan penarikan kesimpulan yang valid. Namun ada juga yang memasukkan Logika ke
dalam kajian epistimologi.
d. Aksiologi. Objek kajiannya adalah hakikat menilai
kenyataan.
2. Filsafat Khusus/Terapan, yang lebih mengkaji pada salah satu aspek kehidupan.Seperti misalnya filsafat hukum, filsafat pendidikan , filsafat bahasa , dan lain sebagainya.
A.
3 cabang besar filsafat di atas, Ringkasnya adalah sebagai berikut:
a.
. Ontologi
Kata ontology
berasal dari perkataan Yunani : on = being, dan Logos = logic. Jadi ontology
adalah the theory of being qua being (teori tentang keberadaan sebagai
keberadaan). membahas tentang yang ada
yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berusaha
mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan, atau dalam rumusan Lorens
Bagus, menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya.
Dalam
cabang ontology ini terdapat beberapa aliran yang memiliki corak pemikiran yang
berbeda-beda, antara lain :
a.
Matrealisme,
b. Idealisme,
c. Dualisme,
d. Pluralisme,
e. Nihilisme,
f.
Agnotisisme.
b.
Epistemologi
Epistemologi
berasal dari kata Episteme yang berarti pengetahuan (knowledge) dan logos yang
berarti teori. Oleh karena itu, epistemologi berarti teori pengetahuan.
Permasalahan-permasalahan yang menjadi fokus pembicaraan epistemologi adalah
asal-usul pengetahuan, peran pengalaman dan akal dalam pengetahuan, hubungan
antara pengetahuan dan kebenaran, dan sebagainya. pengetahuan merupakan suatu
aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kebenaran
Menurut
Koestenbaum (1968), secara umum epistemology berusaha untuk mencari jawaban
atas pertanyaan “apakah pengetahuan?”. Tetapi secara spesifik epistemology
berusaha menguji masalah-masalah yang kompleks, seperti hubungan antara
pengetahuan dan kepercayaan pribadi, status pengetahuan yang melampaui panca
indera, status ontology dari teoriteori ilmiah, hubungan antara konsep-konsep
atau kata-kata yang bersifat umum dengan objek-objek yang ditunjuk oleh
konsep-konsep atau kata-kata tersebut, dan analisis atas tindakan mengetahui
itu sendiri.
Pengetahuan
diperoleh manusia dengan berbagai cara dan menggunakan berbagai alat. Ada
beberapa aliran yang mebicarakan tentang epistemology, antara lain :
a.
Empirisme,
b. Rasionalisme,
c. Positivisme,
d. Intuisionisme.
c.
Aksiologi
Aksiologi
berasal dari kata axios yang berarti nilai atau sesuatu yang berharga, dan
logos yang berarti akal atau teori. Oleh karena itu, aksiologi dapat diartikan
sebagai teori mengenai sesuatu yang bernilai. Dalam cabang ini, salah satu yang
paling mendapatkan perhatian adalah masalah etika/kesusilaan. Dalam etika,
obyek materialnya adalah perilaku manusia yang dilakukan secara sadar.
Sedangkan obyek formalnya adalah pengertian mengenai baik atau buruk, bermoral
atau tidak bermoral dari suatu perilaku manusia. merupakan kajian filsafat
mengenai nilai. Nilai sendiri adalah suatu kualitas yang kita berikan kepada
sesuatu objek sehingga sesuatu itu dianggap bernilai atau tidak bernilai. Pada
masa kini objeknya lebih banyak berupa sains dan teknologi. Peradaban manusia
masa kini sangat bergantung pada ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi. Berkat
kemajuan pada kedua bidang ini pemenuhan kebutuhan manusia dapat dilakukan
dengan cepat dan mudah. Banyak sekali penemuan-penemuan baru yang amat membantu
kehidupan manusia, seperti misalnya penemuan dalam bidang kedokteran dan
kesehatan.
Dihadapkan dengan masalah moral
dalam menghadapi ekses ilmu dan teknologi yang bersifat merusak ini, para
ilmuwan terbagi menjadi dua golongan pendapat.
Golongan
Pertama menginginkan bahwa ilmu
harus bersikap netral terhadap nilai-nilai, baik itu secara ontologis, maupun
aksiologis. Dalam hal ini tugas ilmuwan adalah menemukan pengetahuan dan
terserah kepada orang lain dalam mempergunakannya, apakah untuk kebaikan atau
untuk keburukan.
Golongan Kedua sebaliknya berpendapat bahwa netralitas ilmu
terhadap nilai-nilai hanyalah terbatas pada metafisik keilmuan. Sedangkan dalam
penggunaannya bahkan pemilihan obyek penelitian, kegiatan keilmuan harus
berlandaskan asas-asas moral.
Nilai yang menjadi kajian aksiologi ada
dua, itu sebabnya aksiologi dibagi menjadi dua sub cabang yaitu :
a. Etika,
b. Estetika.
Sekian dari materi yang bisa kami sampaikan , kami menyadari artikel ini lebih dari sempurna, kesempurnaan hanya milik Allah S.W.T Semata. Semoga Artikel Ini Bisa Menambah Wawasan Kita Sekian dan Wassalamualaikum Wr.Wb
Komentar
Posting Komentar