Cerita Pendek Dari Rakyat Jelata

Assalamualaikum sahabat iseng lama sekali saya tidak menulis artikel maklum kegiatan di dunia nyata begitu banyak dan tidak sempat aku untuk menulis artikel di blog.  Untuk kali ini saya akan sedikit bercerita tentang kisah kasih di sekolah.
   Jaman sekolah merupakan jaman yang sulit untuk kita lupakan karena di jaman itu kita mengenal dengan kata cinta, sahabat, teman, kehidupan dll. Setuju kah kalian dengan pendapat ku ini.  Sekolah merupakan sebuah tempat dimana kita mencari ilmu dan mencari arti kata jati diri manusia yang seutuhnya. Namun sering kali kita lupa dan salah mengartikan sebuah kata sekolah.  Kebanyakan anak remaja sekarang mengartikan sekolah adalah tempat yang membosankan, tempat yang menyeramkan, dan tempat yang tidak mengasyikkan. Kenapa anak sekarang mengartikan itu semua ??? , iya mungkin karena di lingkungan keluarga mereka tidak mengajarkan arti tentang sekolah yang sebenarnya. 
 Saya akan sedikit bercerita tentang waktu saya masih duduk di bangku sekolah. Mungkin kisah ini bisa merubah mindset tentang sekolah di kalangan remaja saat ini. 
Kisah awal ketika saya pindah sekolah di salah satu sekolah favorit di surabaya,  waktu itu saya belum mempunyai temen satu pun di surabaya namun ketika saya pertama kali sampai di surabaya saya melihat seorang wanita yang begitu indah bagiku.  Dan keinginan saya sebagai lelaki ingin sekali mengenal dia dan berteman dengan dia. Namun saya ingat dengan tujuan utama saya berada di surabaya adalah mencari ilmu.jujur dulu saya tidak mau untuk bersekolah di Surabaya, alasan saya adalah Saya tidak mau berpisah dengan teman dan sahabat saya di sini.  Namun saya sempat berdiam dan merenungi sebuah kata dari salah satu teman cewek saya adalah, "jika kamu ingin sukses maka harus ada yang di korbankan ". Sebuah kata yang naif aku dengar waktu itu.  Namun keadaan lah yang untuk Saya melanjutkan studi di surabaya karena di lingkungan tidak menerima Keberadaan saya. Hari pertama saya masuk smp( Sekolah Menengah Pertama) . Saya di suruh membawa permen relaxa warna biru, memakai kantung kresek belang belang, memakai sabuk dari tali rafia, memakai kaos kaki warna warni. Mungkin kalau anak sekarang disuruh Memakai seperti itu maka akan malu dan tidak mau berangkat Ke sekolah. Sama seperti saya waktu itu saya malu dan tidak mau berangkat ke sekolah karena dari dulu saya terbiasa memakai seragam yang sesuai dengan semestinya. Saya merasa aneh memakai seperti itu namun orang tua dan Kakak ku  menasehati aku seperti ini kenapa panitia sekolah menyuruh berpenampilan seperti itu karena Panitia ingin mengetahui mental dan tanggung jawab setiap anak. Saya pun berangkat ke sekolah dengan memakai atribut seperti itu. Saya merasa tidak percaya diri karena saya saja dari desa namun dengan berjalan hari demi hari  rasa percaya diri saya bertambah karena  sudah banyak teman.Ketika Masa Orientasi Siswa selesai saya merasa lega sekali karena bisa masuk dan menjadi bagian di sekolah favorit di surabaya.


Pesan Yang Bisa Di ambil dari kisah saya adalah Lakukan Aktifitas kalian dengan sepenuh hati dan jangan mengeluh karena sekolah merupakan tempat yang seru dan taati peraturan yang ada di sekolah. karena itu nanti akan berguna di kehidupan setelah kalian lulus nanti dan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Pengertian Remaja, Peranan Remaja, dan Tanggung Jawab Remaja

Renungan Untuk Kita Semua